Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

WARGA MISKIN KOTA YOGYAKARTA MENINGKAT

SAPA - Jumlah warga miskin di Kota Yogyakarta meningkat. Hal ini bisa diketahui dari penerima Kartu Menuju Sejahtera (KMS) tahun ini yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Jika pada tahun 2011 jumlah penerima KMS sebesar 17.018 KK atau 54.530 jiwa, maka Berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Yogyakarta Nomor 451/KEP/2012 tertanggal 28 Desember 2012 tentang penetapan data penduduk dan keluarga sasaran jaminan perlindungan sosial dinyatakan, jumlah penerima mencapai 21.299 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 68.188 jiwa.

"Sebenarnya, kedua data tersebut tidak dapat diperbandingkan karena memang parameter verifikasinya berbeda, seperti untuk aset bangunan dan pendapatan," kata Kepala Bidang Bantuan dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Tri Maryatun di Yogyakarta di kantornya, Senin (7/1).

Tri mengungkapkan, data penerima KMS dapat dibagi dalam tiga kategori yaitu fakir miskin sebanyak 283 KK, miskin 8.944 KK dan rentan miskin sebanyak 12.072 KK. Jumlah penerima KMS tersebut merupakan hasil verifikasi dan pengolahan data dari data penerima KMS tahun sebelumnya ditambah usulan dari warga masyakarat, yaitu 17.018 KK dan 10.908 KK. "Jumlah data yang kami verifikasi dalam proses penetapan penerima KMS tercatat sebanyak 27.926 KK," imbuhnya.

Selama proses verifikasi diketahui ada 329 orang meninggal dunia, 1.020 KK pindah domisili dan 325 KK terdata dua kali. Saat ini, lanjutnya, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta masih dalam proses pencetakan kartu KMS untuk kemudian didistribusikan kepada penerima melalui kelurahan. "Sesegera mungkin akan kami distribusikan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, M. Sarjono menambahkan, data penerima KMS tersebut akan digunakan untuk kepentingan pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan di Yogyakarta.

"Mereka tentunya akan diprioritaskan, misalnya ada program pemberian bantuan perbaikan rumah tidak layak huni atau program pengentasan kemiskinan lainnya," katanya.

Ia memperkirakan, masih akan ada warga yang merasa tidak puas dengan hasil verifikasi tersebut karena tidak lagi memperoleh KMS. "Pasti ada warga yang kecewa. Tetapi, hasil yang kami peroleh ini juga didasarkan dari jawaban masyarakat saat diverifikasi. Karenanya, saat verifikasi harus menyatakan yang sebenarnya," pungkasnya.


Sumber : Kedaulatan Online

Terpopuler

Terbaru

PENGELUARAN MASYARAKAT KELAS BAWAH RI MASIH BELUM MEMBAIK

PENGELUARAN MASYARAKAT KELAS BAWAH RI MASIH BELUM MEMBAIK

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH dinilai gagal dalam mengatasi ketimpangan...
ENTASKAN KEMISKINAN, RIDWAN KAMIL KEMBANGKAN

ENTASKAN KEMISKINAN, RIDWAN KAMIL KEMBANGKAN "FAMILY FOR FAMILY"

SAPA INDONESIA - WALI KOTA Bandung Ridwan Kamil mengembangkan...
DESA WISATA YOGYAKARTA : GUNUNGKIDUL FOKUS PENGEMBANGAN 4 DESA WISATA BARU 2017

DESA WISATA YOGYAKARTA : GUNUNGKIDUL FOKUS PENGEMBANGAN 4 DESA WISATA BARU 2017

SAPA INDONESIA - PADA 2017 Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten...
ALOKASI DANA DESA DI KUDUS CAPAI RP 219,89 MILIAR

ALOKASI DANA DESA DI KUDUS CAPAI RP 219,89 MILIAR

SAPA INDONESIA - ALOKASI dana pemerintah desa di Kabupaten...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook