Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

SEPULUH PROVINSI PENYANGGA JADI TARGET BKKBN

kemiskinan-sapa-bkkbnpenyanggaSAPA - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) akan memfokuskan penggarapan program kependudukan & KB di sepuluh provinsi penyangga utama dalam rangka mensukseskan program keluarga berencana. 

"Kami memfokuskan penggarapan utama program kependudukan dan keluarga berencana (KKB) pada remaja di 2013. Terutama di sepuluh provinsi penyangga utama," terang Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN Sudibyo Alimoeso, di Jakarta, Selasa (8/1/2013).

Menurut Sudibyo, kesepuluh provinsi itu meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung dan Sulawesi Selatan.

"Penduduk di 10 provinsi ini mencakup 70 persen penduduk Indonesia yang saat ini mencapai 240 juta jiwa," jelasnya.

Menurut Sudibyo, SDKI 2012 menunjukan kinerja program KKB selama lima tahun (2007-2012) berjalan stagnan. Sejumlah indikator krusial yang ditargetkan pada tahun ini gagal tercapai.

"SDKI 2012 menunjukan perjalanan KB selama lima tahun stagnan. Akibatnya, target pembangunan milenium (MDGs) pada 2015 nanti hampir mustahil tercapai," katanya.

SDKI merupakan survei statistik kesehatan/kependudukan yang paling diakui datanya secara internasional. Survei ini dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap lima tahun sekali.

Sudibyo juga menambahkan perlu dilakukan sejumlah perubahan strategi dalam pelaksanaan KB ke depan. Dia mencontohkan adanya peserta KB aktif (contraceptive prevalence rate-CPR) tinggi namun rata-rata wanita subur yang melahirkan (total fertility rate-TFR) tidak juga turun.

"Ini menunjukan strategi KB sebelumnya perlu dimodifikasi," tambahnya.

Menurut Sudibyo, CPR tinggi namun TFR tidak turun mengindikasikan bahwa mayoritas peserta KB saat ini menggunakan alat kontrasepsi jangka pendek seperti pil dan suntik yang sangat rawan terputus di tengah jalan. Saat ini diperkirakan 60 persen peserta KB menggunakan alat kontrasepsi pil dan suntik.

"Idealnya jika peserta KB kebanyakan menggunakan kontrasepsi jangka pendek, maka upaya pembinaan harus kuat. Sayangnya di masa otonomi daerah Petugas Lapangan KB (PLKB) dan kader KB desa sangat sedikit. Dahulu di masa Orde Baru petugas dan kader aktif membawakan pil KB serta mengingatkan peserta untuk mengulang suntik setiap tiga bulan pada peserta," katanya.

Karena itu, BKKBN juga akan melakukan penggarapan yang kuat terhadap remaja. Sebanyak 62 juta remaja di Indonesia saat ini sangat potensial melahirkan. Ini sudah dibuktikan dalam SDKI 2012, di mana remaja 20-24 tahun, khususnya di desa-desa saat ini sudah menjadi ibu.

"Ini menunjukkan bahwa usia pernikahan sudah semakin dini. Padahal target awal adalah 30 per 1000 pernikahan. Ini mengingat tingkat pernikahan awalnya mencapai 35 per 1000 naik menjadi 41 per 1000 pernikahan. Ini pekerjaan berat," kata Sudibyo.

Indikator yang paling menunjukan pelaksanaan KB gagal dijalankan pemerintah, adalah tidak terlayaninya pasangan usia subur yang ingin ber-KB (unmeet need) yang gagal diturunkan sesuai target. SDKI 2012 menunjukan unmeet need pada tahun ini mencapai 8,9 persen atau hanya turun 0,02 persen dari SDKI 2007 yaitu 9,1 persen.

Dengan raihan seperti ini, lagi-lagi secara teori mustahil untuk mengejar target unmeet need pada 2015 menjadi 5 persen. karena itu, sudah sepatutnya saat ini sasaran target KB difokuskan pada unmeet need yang tinggi ini. Pasalnya, mereka jelas adalah orang-orang yang ingin ber-KB tetapi tidak memiliki akses.

Berbagai kegagalan pencapaian target pada tahun ini, menunjukan bahwa metode pelaksanaan KB yang diterapkan pada saat ini tidak tepat. Dia mencontohkan di sejumlah daerah CPR-nya mengalami kenaikan, tetapi TFR-nya juga ikut naik.

"Ini aneh, peserta KB bertambah, tetapi tingkat kelahiran juga tinggi," ungkap Sudibyo.


Sumber : inilah dot com

Terpopuler

Terbaru

KERJA 2018 ADALAH AKSELERASI, ARAH PERTUMBUHAN KE EKONOMI KAWASAN

KERJA 2018 ADALAH AKSELERASI, ARAH PERTUMBUHAN KE EKONOMI KAWASAN

SAPA INDONESIA - RENCANA kerja pemerintah pada 2018 adalah...
MENEMUKAN KORUPSI DANA DESA? HUBUNGI NOMOR INI...

MENEMUKAN KORUPSI DANA DESA? HUBUNGI NOMOR INI...

SAPA INDONESIA - SAAT ini pembahasan potensi korupsi dana desa...
BANYAK KADES YANG BELUM BISA BUAT RAPB DESA

BANYAK KADES YANG BELUM BISA BUAT RAPB DESA

SAPA INDONESIA - KETUA Satgas Dana Desa Bibit Samad Riyanto...
JOKOWI INGIN PENDUDUK DAPAT LAYANAN INFRASTRUKTUR LEWAT DANA DESA

JOKOWI INGIN PENDUDUK DAPAT LAYANAN INFRASTRUKTUR LEWAT DANA DESA

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH terus meningkatkan alokasi dana...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook