Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

64 RIBU RTS DI BOYOLALI BATAL DAPAT RASKIN BULAN INI

SAPA - Distribusi beras warga miskin (raskin)  tahap pertama bulan Januari di Kabupaten Boyolali mundur menjadi awal Februari 2013. Pendistribusian raskin yang mundur Februari itu sebanyak 962.34 ton untuk 64.156 rumah tangga sasaran (RTS) di 19 kecamatan.

Kepala Subag Pertanian Daerah, Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Boyolali, Sugita mengatakan, mundurnya pendistribusian raskin karena belum menerima data "by name by address" dari Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra).

"Data penerima raskin by name by addres untuk Kabupaten Boyolali, akan turun dari Menkokesra akhir Januari 2013 mendatang mendatang.Oleh karena itu, dengan belum munculnya nama dan alamat RTS dari Kemenkokesra secara otomatis penyaluran raskin bulan ini molor hingga awal Februari mendatang," katanya.

Dijelaskannya, pihaknya setelah menerima data penerima raskin akan segera disosialisasikan di tingkat kabupaten dengan melibatkan seluruh camat, kepala desa, lurah, dan satgas raskin. Kegiatan sosialisasi raskin 2013 akan ditindaklanjuti di tingkat kecamatan agar masyarakat betul-betul paham.

Kendati demikian menurutnya, pihaknya meminta satgas raskin tidak boleh mengambil langkah dengan menarik biaya hasil penjualan beras (HPB) untuk tahap pertama Januari ini. Karena dikhawatirkan masyarakat yang ditarik biaya HPB sudah tidak lagi terdaftar pada RST tahun ini.

"Satgas boleh menarik HPB setelah Surat Keputusan (SK) Bupati, SK Pagu per kecamatan keluar," ujarnya.

Dikatakannya, jika ada masyarakat yang benar benar miskin, tetapi tidak masuk dalam RTS, maka dapat dilakukan musyawarah desa (Mudes) dan data nama orang tersebut bisa dikirim langsung oleh Desa ke Tim Nasional Pencegahan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) di Jakarta.

Diungkapkannya, jumlah penerima raskin atau RTS di Boyolali tahun ini menurun sekitar 16,6 persen dibanding tahun sebelumnya. Jatah raskin 2012 sebanyak 1.154,35 ton untuk 76.957 RTS, dan tahun ini turun menjadi 962,34 ton (64.166 RTS).

"Menurunnya penurunan jumlah penerima raskin di wilayah Boyolali tersebut, karena semakin membaiknya perekonomian masyarakat. Dengan berkurangnya penduduk miskin secara otomatis RTS menurun. Beras bersubsidi itu, benar-benar diperuntukan bagi masyarakat miskin," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Perum Bulog Subdivre Wilayah III Surakarta, Edhy Rizwan mengatakan, persediaan beras di gudang Bulog Surakarta hingga saat ini mencapai 46.000 ton atau cukup untuk pendistribusian di wilayah Surakarta hingga bulan Juli mendatang.

Pihak siap melayani masyarakat dalam menyaluran raskin, tetapi hal itu waktu pendistribusian tahap pertama tahun ini, tergantung permintaaan dari pemerintah daerah bersangkutan.

"Jika sudah ada surat permintaan dari pemerintah daerah setempat, kami akan segera mendistribusikan beras ke warga," katanya.

Kuota raskin di wilayah eks Keresidenan Surakarta tahun ini, kata dia, untuk Kota Solo mencapai 435 ton untuk 29.043 RTS per bulan, Boyolali 962,34 ton (64.156 RTS), Klaten 1.627,9 ton (108.527 RTS), Sukoharjo 767,52 ton (51.168 RTS), Karanganyar 774,57 ton (51.638 RTS), Sragen 1.041,3 ton (69.420 RTS), dan Wonogiri 1.058,54 ton (70.569 RTS).


Sumber : Solopos

Terpopuler

Terbaru

PEMDA DIDORONG BANTU SOSIALISASI SUBSIDI LISTRIK TEPAT SASARAN

PEMDA DIDORONG BANTU SOSIALISASI SUBSIDI LISTRIK TEPAT SASARAN

SAPA INDONESIA - SUBSIDI listrik untuk 18,7 juta pelanggan...
PERTUMBUHAN TINGGI TAK JAMIN BEBAS MASALAH KEMISKINAN

PERTUMBUHAN TINGGI TAK JAMIN BEBAS MASALAH KEMISKINAN

SAPA INDONESIA - GUBERNUR Bali Made Mangku Pastika mengatakan...
PEMBANGUNAN EKONOMI PERDESAAN BUTUH PENDAMPINGAN BERKELANJUTAN

PEMBANGUNAN EKONOMI PERDESAAN BUTUH PENDAMPINGAN BERKELANJUTAN

SAPA INDONESIA - SEJUMLAH kalangan menilai pengembangan ekonomi...
DIDUGA KORUPSI DANA DESA RP 500 JUTA, KADES DI GARUT DICOKOK POLISI

DIDUGA KORUPSI DANA DESA RP 500 JUTA, KADES DI GARUT DICOKOK POLISI

SAPA INDONESIA - POLISI meringkus pria berinisial Y (41), oknum...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook