Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

KUOTA RASKIN JATENG TURUN BISA PICU GEJOLAK SOSIAL

kemiskinan-sapa-kuotaraskinturunSAPA - Turunnya kuota beras untuk rakyat miskin (Raskin) di Jawa Tengah dan DIY dikhawatirkan akan memicu gejolak sosial apabila tidak ada penjelasan yang rasional kepada masyarakat.

Darsono Imam Yuwono, Kepala Perum Badan Urusan Logistik Divisi Regional (Bulog Drivre) DIY, mengatakan ada kerawanan dalam penyaluran raskin pada tahun ini karena ada penurunan jumlah rumah tangga sasaran (RTS).

"Kalau tidak bisa disosialisasikan secara baik maka akan ada gejolak sosial di masyarakat pedesaan, karena ada yang pada tahun lalu menerima, namun tahun ini tidak lagi menerima," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (10/1).

RTS penerima raskin untuk wilayah DIY pada tahun ini turun 15,5% dari 341.291 rumah tangga pada 2012, menjadi 288.391 rumah tangga. Penurunan itu menyebabkan kuota raskin juga turun menjadi 51.910,38 ton, dibandingkan dengan 2012 sebesar 61.432,38 ton.

Menurutnya, sosialiasi resmi atas jumlah penerima dan kuota raskin belum dilakukan hingga saat ini. Sosialisasi tersebut menunggu data dari pihak pusat serta surat keputusan Gubernur dan Bupati.

"Penurunan jumlah RTS merupakan hasil data dari Badan Pusat Statistik dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. Apakah ini mencerminkan kemiskinan di DIY berkurang, kami sendiri tidak tahu," ujarnya.

Bulog sendiri, tuturnya, belum bisa memastikan kapan raskin bisa disalurkan, karena masih menunggu proses sosialisasi selesai. "Seharusnya penetapan alokasi raskin dilakukan dari November lalu, sehingga penyerahan raskin bisa dilakukan pada Januari," ujarnya.

Penurunan jumlah penerima raskin juga terjadi di wilayah Jawa Tengah dari 2.937.464 rumah tangga menjadi 2.482.157. Hal tersebut menyebabkan kuota raskin untuk Jawa Tengah juga ikut turun.

Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) IV Jateng Hari Susetyo mengatakan berdasarkan data hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) 2011, pihaknya telah menerima pagu alokasi penyaluran raskin di Jateng pada tahun ini mencapai sebesar 446.788.260 kg.

"Alokasi tahun ini turun 14,9% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 525.064.170 kg, seiring turunnya jumlah penerima manfaat pada 2013 ini dari pada tahun sebelumnya," ujarnya Kamis (10/1).

"Dengan alokasi setiap RTS akan mendapatkan raskin sebanyak 15 kg/bulan selama 12 bulan, dengan harga beras Rp1.600/kg di setiap titik distribusi," tuturnya.

Dia menambahkan, realisasi penyaluran raskin di wilayahnya pada 2012 ditambah raskin 13 tidak sampai 100%, namun hanya 99,95% atau sebanyak 569.095.755 kg dari pagu 2012 sebanyak 569.122.755 kg.

"Penyaluran raskin yang tidak sampai 100% ini, atau kurang sekitar 0,05 dikarenakan terdapat sejumlah warga RTS-PM di Kabupaten Temanggung yang menolak raskin karena merasa sudah tidak berhak menerima beras subsidi dari pemerintah tersebut," tuturnya.

Dia mengatakan masyarakat yang menolak ini dengan kesadaran sendiri membuat surat dan memberitahukan bahwa RTS-PM yang bersangkutan sudah tidak mau menerima raskin lagi, yakni sebanyak 172 warga di Kecamatan Kledung, Temanggung.

"Mereka terbagi dalam tiga kelurahan, yakni Kruisan (47 RTS), Tuksai (100 RTS), dan Petarangan (25 RTS).


Bisnis Jateng

Terpopuler

Terbaru

WONOSOBO TERPILIH JADI PERCONTOHAN OPEN DATA KEUANGAN DESA

WONOSOBO TERPILIH JADI PERCONTOHAN OPEN DATA KEUANGAN DESA

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Dalam Negeri memprediksi, alokasi...
DANA DESA STIMULASI PEMBENTUKAN 18.446 BUMDES

DANA DESA STIMULASI PEMBENTUKAN 18.446 BUMDES

SAPA INDONESIA - DANA desa sudah dicairkan sekira 95,54%. Sejak...
SLEMAN: 6 DESA BELUM REALISASIKAN BANTUAN

SLEMAN: 6 DESA BELUM REALISASIKAN BANTUAN

SAPA INDONESIA - PENYERAPAN Dana Desa (DD) di enam desa di...
MENDAGRI PERKIRAKAN DANA DESA 2018 CAPAI RP103 TRILIUN

MENDAGRI PERKIRAKAN DANA DESA 2018 CAPAI RP103 TRILIUN

SAPA INDONESIA - MENTERI Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo memperkirakan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook