Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

ATASI KEMISKINAN DENGAN SWASEMBADA PANGAN

kemiskinan-sapa-atasidgnswasembadapanganSAPA - Semakin meningkatnya indeks keparahan kemiskinan, terutama di wilayah perdesaan dengan peningkatan hampir dua kali lipat selama tahun 2012 (BPS, 2013 menunjukkan indeks keparahan pada maret 2012 sebesar 0,36 sedangkan pada September 2012 menjadi 0,61).

Kenaikan indeks ini menunjukkan dua hal kepada kita; yang pertama adalah semakin melebarnya kesenjangan antar penduduk miskin. Kedua, semakin rendahnya daya beli masyarakat kelompok miskin. Mereka semakin tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup sampai dengan batas pengeluaran garis kemiskinan yang hanya sebesar Rp 259.520 per bulan.

Kondisi penduduk miskin di wilayah perdesaan yang semakin parah ini diakibatkan oleh tingginya tingkat inflasi wilayah perdesaan yang sebesar 5,08 persen apabila dibandingkan dengan inflasi nasional yang yang sebesar 4,3 persen selama tahun 2012. Inflasi di wilayah perdesaan yang tinggi disumbangkan oleh kenaikan harga-harga bahan makanan, makanan jadi, perumahan, sandang dan kesehatan.

Pada sisi lain kenaikan upah yang diterima buruh tani ataupun buruh hanya berkisar antara 1 sampai 3 persen dalam tahun 2012. Tidak seimbangnya antara kenaikan upah yang diterima dengan kenaikan harga kebutuhan dasar tersebut inilah menjadi salah satu penyebab keadaan kemiskinan di Indonesia tidak berubah banyak dari waktu-kewaktu.

Selama delapan tahun penduduk miskin hanya berkurang 7,51 juta rata-rata setiap tahun hanya 0,94 juta jiwa jauh dibawah produktivitas laju penurunan 5 tahun sebelumnya (1999-2004) yang rata-rata mencapai 2 juta per tahun.

Untuk mempercepat produktivitas laju penurunan kemiskinan maka kebijakan penanggulangan kemiskinan haruslah dirumuskan ulang. Pencapaian swasembada pangan melalui kebijakan yang diprioritaskan untuk wilayah perdesaan dan pertanian adalah kata kunci yang harus dilakukan segera.

Dalam hal ini, Pemerintah harus memberikan prioritas yang lebih kepada petani terutama dengan melalui program intensifikasi yang bersifat menyeluruh tidak partikulatif.

Kebijakan yang menyeluruh ini dimulai dari pengembangan riset dan teknologi yang berbasis pertanian pangan, pengembangan infrastruktur pertanian, insentif kepada petani sampai dengan program industrialisasi perdesaan.

Dengan pencapaian swasembada panganlah maka kemudian pemerintah dapat lebih mudah menjaga stabilistas harga pangan. Stabilitas harga pangan yang terkendali akan mempercepat proses penurunan kemiskinan karena orang miskin 73,5% pengeluarannya dipergunakan untuk membeli bahan makanan.


Sumber : Inilah dot com

 

Terpopuler

Terbaru

MENSOS: 70 TAHUN KE ATAS DAN KURANG MAMPU BERHAK DAPAT PKH LANSIA

MENSOS: 70 TAHUN KE ATAS DAN KURANG MAMPU BERHAK DAPAT PKH LANSIA

SAPA INDONESIA - MENTERI Sosial Khofifah Indar Parawansa menuturkan...
KADES DIMINTA LAKSANAKAN KEGIATAN SESUAI KETENTUAN

KADES DIMINTA LAKSANAKAN KEGIATAN SESUAI KETENTUAN

SAPA INDONESIA - KEPALA Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemdes...
LAPOR BUPATI, JALUR CEPAT SELESAIKAN MASALAH

LAPOR BUPATI, JALUR CEPAT SELESAIKAN MASALAH

SAPA INDONESIA - WARGA Jepara semakin dimudahkan dalam melaporkan...
BUPATI KUDUS DIKUKUHKAN SEBAGAI BAPAK PKL

BUPATI KUDUS DIKUKUHKAN SEBAGAI BAPAK PKL

SAPA INDONESIA - PUNCAK acara Gebyar PKL Kabupaten Kudus ke-5...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook