Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, Pemberdayaan Masyarakat SAPA Indonesia - Aliansi Strategis Melawan Pemiskinan

IKraR

Buletin dan Kliping

Peta Indeks Kesejahteraan Rakyat Nasional Tahun 2013

WAJAH PEREMPUAN WAJAH KEMISKINAN INDONESIA

kemiskinan-sapa-wajahperempuan

SAPA - Sebagian besar perempuan Indonesia sampai saat ini masih terpuruk dan belum menikmati "kemerdekaan". Berbagai data bahkan data pemerintah sendiri menunjukkan wajah kemiskinan Indonesia adalah wajah perempuan. Perempuan terjauhkan dari akses-akses yang dapat membuatnya sejahtera termasuk pendidikan yang merupakan hak dasar setiap warga negara.

Oleh karena itu, pada hari Pendidikan Nasional ini, Institut KAPAL Perempuan menegaskan agar pemerintah harus memberikan perhatian serius kepada pendidikan perempuan yang merupakan pendidikan sepanjang usia yang harus dapat diakses oleh perempuan terutama mereka yang miskin dan marginal.

"Kebijakan pemerintah harus mampu membuat perempuan mempunyai pengetahuan dan keahlian agar dapat keluar dari kemiskinannya," ungkap Misiyah, Ketua Badan Pelaksana Harian Institut KAPAL Perempuan.
Ia menilai, dari waktu ke waktu, peringatan Hari Pendidikan Nasional belum menampakkan titik terang bagi masyarakat terutama perempuan dalam pemenuhan hak dasar terhadap pendidikan yang berkualitas dan tanpa biaya.

"Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2013 masih sarat dengan berbagai masalah dari mulai rendahnya kualitas pendidikan, kebijakan dan kurikulum yang bias gender dan cenderung mengkotakkan, juga buruknya tata kelola pendidikan disemua tingkatan, dan kebijakan yang mengarah pada privatisasi pendidikan," tuturnya, seperti dilansir dari siaran pers yang diterima redaksi.

Akibatnya, rakyat miskin dan perempuan semakin sulit mengakses pendidikan formal maupun non formal yang berujung pada rendahnya tingkat pemberdayaan perempuan yang terindikasi dari tingginya tingkat drop out anak perempuan, tingginya buta huruf perempuan, tingginya kemiskinan perempuan, dan rendahnya partisipasi politik dan kepemimpinan perempuan di wilayah publik.

Selain itu, diungkapkan Misiyah, akibat lanjutannya, adalah posisi Indonesia dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga merosot dari peringkat 108 pada 2010 ke peringkat 124 pada 2011. Ilustrasi ini dengan sangat jelas menunjukkan pendidikan formal maupun non formal adalah salah satu syarat untuk menuntaskan kemiskinan perempuan.

Institut KAPAL Perempuan dalam hal ini perlu menagih janji pemerintah untuk mewujudkan sistem pendidikan non formal bagi perempuan yang berkualitas, berperspektif keadilan gender, memberikan affirmative action bagi kelompok-kelompok perempuan, marjinal dan minoritas berupa kebijakan dan anggaran untuk mendapatkan pendidikan di luar sekolah dalam rangka memperkuat kecakapan hidup, partisipasi politik dan kepemimpinan agar dapat keluar dari kemiskinan.

Selain itu, mencabut seluruh kebijakan privatisasi dan komersialisasi pendidikan termasuk UU Sisdiknas No 23 tahun 2003 karena bertentangan dengan Amandemen UUD 45 yang mewajibkan negara menyediakan pendidikan berkualitas dan bebas biaya.

 

Sumber : Suara merdeka dot com

Untitled Document

Temukan Kami di Facebook

Untitled Document

 

Publikasi

Untitled Document
01443593
Hari ini
Kemarin
Minggu Ini
Bulan Lalu
446
3540
10279
1411337
Untitled Document

Sekretariat SAPA

Jalan Bendungan Hilir Gang 10 No. 16 Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160 Indonesia Telp/Fax: +62 21-571 0205 Fax: (+62 21) 5710205 E-Mail: admin[at]sapa.or.id

Hubungi Kami

Berita dari Daerah

Untitled Document

LAPOR!

Untitled Document

Link Kelembagaan

Untitled Document Biro Pusat Statistik Kementerian Sosial RI TNP2K UKP4
Untitled Document

Jajak Pendapat

Seberapa perlu program PNPM Mandiri untuk dilanjutkan???

Sangat Perlu - 17.2%
Perlu - 27.6%
Biasa saja - 41.4%
Tidak Perlu - 13.8%

Total Pilihan: 29
Ambil suara untuk Jajak Pendapat ini telah selesai on: 31 Ags 2014 - 00:00
Untitled Document

Multimedia