Perencanaan dan Penganggaran yang Pro-poor

Perencanaan dan penganggaran yang pro poor merupakan salah satu topik yang selalu relevan untuk dibahas dengan tujuan akhir untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk/rakyat di negara ini. Secara akademik dan normatif, apapun dasar ideologinya, pemerintah memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas yaitu menciptakan kesejahteraan dan mengurangi ketimpangan pendapatan antar wilayah dan masyarakat. Namun fakta yang terjadi adalah sebaliknya, dengan berbagai instrumen kebijakan pembangunan yang direncanakan maupun dari segi kebijakan penganggaran yang terjadi terkadang justru menyebabkan ketimpangan pembangunan dan kemiskinan.

Perencanaan dan penganggaran yang pro-poor merupakan isu yang menantang dan perlu komitmen dari semua pihak. Terdapat tiga hal penting yang perlu didorong untuk mewujudkan gagasan ini. Pertama adalah orang miskin itu sendiri. Langkah penting yang harus segera dilakukan untuk memberdayakan orang miskin adalah bagaimana orang miskin membentuk kelompok mandiri yang mampu mengagregasi kepentingan, dan memilih representasinya untuk bernegosiasi dalam proses perencanaan & penganggaran. Kedua, peran legislatif (partai politik dan/atau DPRD), yaitu bagaimana partai politik dan/atau DPRD dapat mempraktekkan gagasan-gagasannya tentang pengurangan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan pendapatan serta bagaimana dapat terus mengontrol janji-janji mereka. Hal ketiga adalah kepala daerah yang memiliki komitmen dan keterampilan teknis untuk pengurangan kemiskinan. Peran kepala daerah sangat penting, karena proses-proses perencanaan dan penganggaran adalah proses-proses pemerintahan yang kebanyakan dimulai oleh eksekutif.

Beberapa hal yang dapat menjadi pemikiran di dalam pencapaian Perencanaan dan Penganggaran yang Pro-poor antara lain adalah:

  1. Dibutuhkan informasi update mengenai tingkat, intensitas, dan tipe-tipe permasalahan yang menimbulkan kemiskinan.
  2. Memberikan perhatian yang khusus mengenai prioritas dan kategori spesifik yang dibutuhkan orang miskin.
  3. Memikirkan bagaimana alokasi anggaran dapat sampai pada target sasaran (bukan hanya alokasi tetapi juga instrumen kelembagaan).
  4. Mekanisme Top down - bottom up dalam perencanaan anggaran dan bersifat partisipatif. Anggaran tidak hanya ditentukan atas pertimbangan-pertimbangan sedikit orang di pemerintahan atau didunia bisnis, melainkan diproses melalui mekanisme yang bottom-up.
  5. Desentralisasi dalam sistem anggaran karena memberikan kemungkinan bagi warga di tingkat lokal untuk menyuarakan dan mempengaruhi kebijakan anggaran.
  6. Anggaran yang pro-poor mensyaratkan mekanisme pelaporan yang memungkinkan pihak-pihak di luar pemerintahan dapat menelusuri belanja pemerintah.

Beberapa Best Practices yang berkaitan dengan Perencanaan dan Penganggaran yang Pro Poor dapat disimak pada link-link di bawah ini:

Terbaru

WONOSOBO TERPILIH JADI PERCONTOHAN OPEN DATA KEUANGAN DESA

WONOSOBO TERPILIH JADI PERCONTOHAN OPEN DATA KEUANGAN DESA

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Dalam Negeri memprediksi, alokasi...
DANA DESA STIMULASI PEMBENTUKAN 18.446 BUMDES

DANA DESA STIMULASI PEMBENTUKAN 18.446 BUMDES

SAPA INDONESIA - DANA desa sudah dicairkan sekira 95,54%. Sejak...
SLEMAN: 6 DESA BELUM REALISASIKAN BANTUAN

SLEMAN: 6 DESA BELUM REALISASIKAN BANTUAN

SAPA INDONESIA - PENYERAPAN Dana Desa (DD) di enam desa di...
MENDAGRI PERKIRAKAN DANA DESA 2018 CAPAI RP103 TRILIUN

MENDAGRI PERKIRAKAN DANA DESA 2018 CAPAI RP103 TRILIUN

SAPA INDONESIA - MENTERI Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo memperkirakan...
Untitled Document

Populer

PETA KEMISKINAN INDONESIA

PETA KEMISKINAN INDONESIA

SAPA INDONESIA - DALAM lima tahun terakhir, kinerja penanggulangan...
PROBLEM KEMISKINAN 2017

PROBLEM KEMISKINAN 2017

SAPA INDONESIA - SALAH satu tantangan berat di 2017 ialah mereduksi...
MEMILAH KORUPSI DESA

MEMILAH KORUPSI DESA

SAPA INDONESIA - KORUPSI desa mulai terungkap (Kompas, 3/3)....
KORUPSI MENGEPUNG DESA

KORUPSI MENGEPUNG DESA

SAPA INDONESIA - KORUPSI sudah merambah pengelolaan dana desa....
Untitled Document
Untitled Document

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia