Penanggulangan Kemiskinan - Melawan Pemiskinan - Pengentasan Kemiskinan - TKPK - Angka Kemiskinan - IKraR - Pemberdayaan Masyarakat - PNPM Mandiri SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

MEMBENTUK KEMANDIRIAN PANGAN MELALUI PNPM

kemiskinan-sapa-membentukkemandirianpanganmelaluaipnpm

SAPA - SEJAK dicanangkan 30 April 2007 di Palu Sulawesi Tengah, PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Mandiri Perdesaan telah menyasar seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

Di Kabupaten Bandung sendiri, program tersebut dinilai mampu memberikan kontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat (Community Development).

"Dalam program ini, masyarakat dilibatkan langsung mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan kegiatannya, masyarakat tidak hanya menjadi obyek tapi menjadi subyek kegiatan",ucap Bupati Bandung H.Dadang Mochamad Naser,SH,S.Ip beberapa waktu lalu.

Data mencatat, sejak digulirkan Tahun 2008 lalu hingga akhir Tahun 2013 dana yang digulirkan untuk PNPM Mandiri Perdesaan di Kabupaten Bandung mencapai Rp 108.746.693.000,-.

Dana tersebut bersumber dari APBN senilai Rp. 90,9 milyar ditambah dari APBD Kabupaten Bandung sebagai dana pendamping sebesar Rp. 17,85 milyar. Sedangkan kontribusi swadaya masyarakat mencapai Rp. 4,46 milyar.

Sebagai Bantuan Langsung Masyarakat (BLM), dana sebanyak itu bergulir di 11 kecamatan yang menjadi lokasi PNPM Mandiri Perdesaan, masing-masing Kecamatan Arjasari, Cicalengka, Cikancung, Cimaung, Ciwidey, Ibun, Kertasari, Nagreg, Pacet, Pangalengan dan Rancabali.

Dadang Mochamad Naser menyebutkan, kegiatan PNPM di Pangalengan, Ibun, Cikancung dan Arjasari telah menunjukkan prestasi yang baik. "Bahkan di Pangalengan, saya melihat kegiatannya telah merambah menjadi sebuah koperasi simpan pinjam untuk perempuan", kata Dadang.

Sesuai dengan misinya untuk mengurangi angka garis kemiskinan, dana BLM PNPM Mandiri Perdesaan diarahkan untuk membiayai perbaikan sarana/prasarana dasar, pelatihan keterampilan masyarakat, pelayanan kesehatan dan pendidikan, peningkatan kelompok usaha ekonomi yang berbasis sumber daya lokal, serta pembiayaan untuk permodalan simpan pinjam kelompok perempuan.

Kepala BPMPD (Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa) Kab. Bandung Dra.H.Eros Roswita, M.Si mengungkapkan selama enam tahun (Th.2008-2013), PNPM Mandiri Perdesaan telah mendanai 1.232 kegiatan yang diusulkan masyarakat.

Menurutnya, dana yang paling besar terserap untuk kegiatan perbaikan prasarana umum senilai Rp. 45,56 milyar, pendidikan sebesar Rp. 22,41 milyar, kesehatan Rp 19,57 milyar, ditambah untuk kegiatan ekonomi senilai Rp 21,03 Milyar, "Yang paling populer adalah perbaikan gedung SD/SMP, jalan desa atau kampung, gedung posyandu dengan masing-masing menyerap 14 persen dari total BLM", kata Eros Roswita.

Menyoroti tentang perkembangan dana ekonomi yang didanai BLM PNPM Mandiri Perdesaan, menurut Eros Roswita dari modal awal sebesar Rp 22,11 milyar, hingga akhir Januari 2014 telah berkembang menjadi Rp 34,02 milyar.

"Dana itu masing-masing untuk modal kerja usaha ekonomi produktif sebesar Rp 4,89 milyar, sedangkan untuk simpan pinjam kelompok perempuan senilai Rp 29,14 milyar, perkembangannya memang sangat signifikan",kata Eros Roswita.

Sumber: Umar Alam Korda SAPA Kabupaten Bandung
                                                                               Penanggulangan Kemiskinan - Melawan Pemiskinan - Pengentasan Kemiskinan - TKPK - Angka Kemiskinan - IKraR - Pemberdayaan Masyarakat - PNPM Mandiri