Berita SAPA Indonesia
Tekan Kemiskinan & Pengangguran, RI Kejar Investasi Tumbuh 11,5%

Sabtu, 03 Desember 2011
  • Jakarta - Dalam rangka pengentasan kemiskinan dan menyediakan lapangan pekerjaan, pemerintah menargetkan pertumbuhan investasi di 2012 sebesar 11,5%.


Demikian dikatakan oleh Kepala Bappenas, Armida Alisyahbana dalam acara Konferensi Pers, di kantornya,Jalan Taman Suropati, Jakarta, Selasa (3/01/2012)

"Dengan target pertumbuhan ekonomi 6,7% tahun ini, maka investasi harus di atas tahun 2011 yang sebesar 8,1% menjadi 11,5% untuk 2012. Hal ini akan berkaitan atau berkorelasi dengan pengentasan kemiskinan dan tersedianya lapangan pekerjaan," katanya

Armida mengatakan investasi ini diharapkan datang dari semua pihak seperti pemerintah, swasta domestik dan asing, BUMN dan masyarakat.

"Tantangannya, bayangkan dengan situasi global di mana negara-negara tetangga kita pertumbuhannya terkoreksi ke bawah. Maka kita harapkan investasi datang dari semua pihak baik pemerintah, swasta domestik dan asing, BUMN serta masyarakat kita," ujarnya

Selain menargetkan pertumbuhan investasi, Armida juga menekankan investasi ini harus tepat sasaran sehingga bisa mengatasi masalah kemiskinan dan tenaga kerja.

"Investasinya di mana saja? Itu yang akan mempengaruhi atau berkorelasi dengan kemiskinan dan tenaga kerja," katanya.

sumber : finance.detik.com



Komentar
Belum ada komentar untuk artikel Tekan Kemiskinan & Pengangguran, RI Kejar Investasi Tumbuh 11,5% .

Untuk menambahkan komentar, silahkan login terlebih dahulu
Login
Pilih Kabupaten atau Kota


Petunjuk Panduan
Halaman depan website menampilkan grafik tingkat kemiskinan Indonesia yang terdiri dari : a. Grafik Tingkat Kemiskinan b. Grafik Persentase Tingkat Kemiskinan c. Grafik Tingkat Kemiskinan Kota
selanjutnya ...
Forum Diskusi
Menyoal Hotel dilandmark Kota
Jum'at, 06 Januari 2012
Oleh : fakhrul
Padi Organik
Jum'at, 18 Maret 2011
Oleh : bossyana
Tenaga Kerja
Jum'at, 18 Maret 2011
Oleh : bossyana
Kebutuhan akan Rumah
Jum'at, 18 Maret 2011
Oleh : bossyana
Perekonomian
Jum'at, 18 Maret 2011
Oleh : bossyana