Partisipasi

Meretas asa lewat Gerbang Swara: Ruang nyata partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah

Serdang Bedagai merupakan kabupaten pemekaran dari Deli Serdang yang didasarkan pada Undang-undang nomor: 36 tahun 2003 tanggal 18 Desember 2003 dan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada 7 Januari 2004 (yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Serdang Bedagai). Dengan potensi luas wilayah 1.900 km2 dengan panjang garis pantai 95 Km, terdiri dari 17 kecamatan dan 237desa dan 6 kelurahan yang dihuni sekitar 594.383 jiwa (data BPS tahun 2011).

Visi yang diusung oleh Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai adalah menjadikan Serdang Bedagai sebagai salah satu kabupaten terbaik di Indonesia dengan masyarakatnya yang Pancasilais, modern, religius dan kompetitif.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai menyadari bahwa mereka tidak dapat bekerja sendiri, tetapi harus melibatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. Berangkat pada pemikiran tersebut, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai mencanangkan strategi pembangunan yang melibatkan partisipasi masyarakat yang diberi nama “Gerakan Pembangunan Swadaya Masyarakat” atau yang lebih dikenal dengan “Gerbang Swara”.

Gerbang Swara (Gerakan Pembangunan Swadaya Masyarakat) Gerbang Swara yang merupakan gerakan kolaborasi antara masyarakat dan Pemerintah Daerah dalam pembangunan mulai diluncurkan pada tahun 2005.

Tujuan Gerbang Swara adalah menggerakkan seluruh potensi dan prakarsa masyarakat Serdang Bedagai untuk berpartisipasi dalam pembangunan sehingga pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan. Melalui “Gerbang Swara” masyarakat bukan sekadar menjadi objek pembangunan, tetapi menjadi pelaku (subyek) pembangunan. Dengan kata lain, pembangunan diterapkan dengan menggunakan prinsip: Dari, Oleh dan Untuk Masyarakat (DOM).

Sejak diluncurkan, hingga tahun 2009, sebanyak 3.945 kegiatan telah dilakukan dengan nilai Rp.45.5 miliar. Meliputi pembangunan irigasi, jalan, gorong-gorong dan rumah ibadah. Semua aktivitas pembangunan tersebut sepenuhnya melibatkan partisipasi masyarakat yang didasarkan pada kebutuhan mereka. Di bidang pertanian, kabupaten ini surplus beras 125 ribu ton per tahun dan menjadi lumbung bagi Sumut. Keberhasilan di bidang ketahanan pangan ini telah meraih penghargaan Ketahanan Pangan tingkat nasional tiga tahun berturut-turut, 2008, 2009 dan 2010.

Dalam konteks pembangunan pendidikan di Serdang Bedagai, partisipasi masyarakat dilakukan dalam bentuk hibah bagi pendirian/ pembangunan gedung sekolah. Hibah tersebut berupa pemberian lahan bagi pendirian gedung sekolah. Beberapa lahan sekolah yang merupakan hibah masyarakat secara perseorangan maupun kelompok di ataranya: TK Pembinaan Negeri Kecamatan Teluk Mengkudu, SMP Negeri 2 Teluk Mengkudu, SMA Negeri 1 Teluk Mengkudu, TK Pembina Negeri Kecamatan SeiRampah, SMP Negeri 3 Sei Rampah dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Serdang Bedagai.

Selain masyarakat yang berpartisipasi dalam pembangunan pendidikan, dunia usaha dan perkebunan juga memberikan partisipasinya. Dunia usaha dan perkebunan berpartisipasi dalam pembangunan sekolah, diantaranya: SMA Negeri 1 Pantai Cermin, SMA Negeri 2 Perbaungan, SMA Negeri 1 Bintang Bayu, SMA Negeri 1 Dolok Merawan, SMA Negeri 1 Tebing Tinggi dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Kecamatan Pegajahan.

Pembelajaran yang dapat ditarik dari gerakan “Gerbang Swara” yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai adalah bahwa pembangunan akan lebih berhasil dan berkelanjutan apabila: bertumpu kepada pemberdayaan dan penguatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Pemerintah hanya menjadi dinamisator dan fasilitator, sedangkan masyarakat menjadi aktor dari semua kegiatan pembangunan yang dilakukan. Dengan kata lain pembangunan yang dilakukan dengan berpegang pada prinsip “Dari, Oleh dan Untuk Masyarakat (DOM)”.

Terbaru

JURUS JOKOWI PANGKAS TINGKAT KEMISKINAN DI RI

JURUS JOKOWI PANGKAS TINGKAT KEMISKINAN DI RI

SAPA INDONESIA - HINGGA Maret 2017, tingkat kemiskinan di Indonesia...
16 TAHUN JALANKAN OTSUS, KEMISKINAN PAPUA DIKLAIM TURUN SIGNIFIKAN

16 TAHUN JALANKAN OTSUS, KEMISKINAN PAPUA DIKLAIM TURUN SIGNIFIKAN

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH Provinsi Papua menggelar diskusi...
JUMLAH KEMISKINAN DI WILAYAH PERKOTAAN DI JATENG MENINGKAT

JUMLAH KEMISKINAN DI WILAYAH PERKOTAAN DI JATENG MENINGKAT

SAPA INDONESIA - KETUA DPRD Jateng Rukma Setiabudi mengatakan,...
BINA PEMBANGUNAN DESA, KADES/LURAH SE-JABAR KUMPUL DI BEKASI

BINA PEMBANGUNAN DESA, KADES/LURAH SE-JABAR KUMPUL DI BEKASI

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan...
Untitled Document

Populer

PETA KEMISKINAN INDONESIA

PETA KEMISKINAN INDONESIA

SAPA INDONESIA - DALAM lima tahun terakhir, kinerja penanggulangan...
PROBLEM KEMISKINAN 2017

PROBLEM KEMISKINAN 2017

SAPA INDONESIA - SALAH satu tantangan berat di 2017 ialah mereduksi...
MEMILAH KORUPSI DESA

MEMILAH KORUPSI DESA

SAPA INDONESIA - KORUPSI desa mulai terungkap (Kompas, 3/3)....
MENGHENTIKAN KEBOCORAN DANA DESA

MENGHENTIKAN KEBOCORAN DANA DESA

SAPA INDONESIA - DANA desa digulirkan pemerintah sejak 2015....
Untitled Document
Untitled Document

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia